Skip to content

SELAMAT TAHUN BARU 2018 – DARI SEORANG PENGANGGURAN!!

Ya ya.., aku tau penghujung tahun 2017 sudah lewat, dan sekarang sudah telat banget untuk mengucapkan “Selamat Tahun Baru!” (tiup terompet). Tapi ga apa-apa dong.., daripada ga sama sekali, ya ga?

Pepatah tua mengatakan,

“Penyesalan terbesar dalam hidup bukanlah saat kamu melakukan kesalahan, tapi saat kamu tidak pernah memulai.”

Well.., sekalian perkenalan aja. Namaku Roby, but I insist to make you call me omrobbie, haha.. Hobiku baca, dan seneng banget ngoding. Kalau berhasil bikin sesuatu itu, rasanya…, uh puas banget!

Namun di sepanjang tahun 2017 lalu, ternyata aku belum banyak berbuat untuk Bali, untuk Indonesia. Maafkeun (sembah sujud). Tapi ada beberapa hal kecil yang pengen aku share ke kalian, dan semoga hal ini ga malu-maluin. Syukur-syukur bisa diterima, apalagi menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan kalian di 2018 ini.

Resolusiku di tahun 2018 ini juga ga muluk-muluk.., cukup 2560×1600 di layar retina 13 inch. Lah ga nyambung, haha.. Tolong jangan tawari saya Finance =P

Ya beginilah kerja di dunia IT, ga jauh-jauh dari komputer haha..

Kerja pakai komputer, untuk beli komputer

1000 Startup

Jadi, di awal tahun 2017 lalu aku sempat ikut event 1000 StartUp, bangun startup medis berbasis Mobile. Namanya Medicare. Tak lama kemudian berganti nama menjadi SmartMedika. Walaupun waktu itu aku belum punya skill di Mobile Development, tapi itu tak menjadi halangan. Masih ada sedikit bekal ilmu UX, jadi masih bisa sedikit bantu-bantu untuk test produk di lapangan. Pokoknya minim banget deh peranku saat itu (sembah puyung).

Pengalamanku dengan sistem dunia kesehatan sejak tahun 2007 akhirnya jadi modal utama untuk berbagi insight, maupun belajar dari sudut pandang orang lain mengenai pelayanan rumah sakit. Seru sih, stalking pain point-nya pasien. Jadi kepo gimana gitu haha..

Oiya, sempat disuruh bikin video tentang apa itu Medicare. Cek di sini, Youtube Video.

ScrumDay Bandung

Dulu, di management rumah sakit di tempatku bekerja, susah sekali untuk mengimplementasikan perubahan yang cepat. Ketika ada satu perubahan, mereka biasanya fokus pada task tersebut, lalu kemudian melupakan task yang sebelumnya, hingga task tersebut berubah status menjadi “urgent” lagi, baru kemudian dikerjakan. Apalagi perubahan tersebut datangnya dari “higher level”. Ya.., seperti anak kuliahan gitu.. Sistem Kebut Semalam haha..

Yang lebih menjengkelkan, ketika ada masalah antara Sistem dan Kebijakan Rumah Sakit, mereka seperti menyerahkan kembali kepada “orang sistem”? Yang saya pikir waktu itu, ini tidak benar. Menurut pemikiranku, sebaiknya semua pihak yang terkait bekerja bersama-sama membangun fitur apapun yang saat itu sedang ingin di bangun.

Atas dasar inilah aku mendalami Scrum, dan berkesempatan untuk ikut di event ScrumDay Bandung 2017. Cek di sini, ScrumDay Bandung Posts.

Yang mau tau keseruan di ScrumDay Bandung 2017, cek di sini, Youtube Video.

Bekraf Digital Talent

Dari tahun 2011, apapun kegiatan di Bali yang berhubungan dengan programming, aku pasti nongol. Cari nasi gratisan, haha..

Pepatah tua mengatakan,

“Jangan pernah berhenti berusaha, maka Tuhan akan tunjukkan jalan.”

Lalu kesempatan itu datang, Bekraf Digital Talent. Batch 1 bahas android, Batch 2 bahas iOS. Kesempatan belajar Mobile Development dari praktisinya langsung. Pokoknya, WAAAH!! Ga usah pikir panjang, aku langsung daftar jadi peserta Android dan iOS di event itu. Sudah ga sabarlah pokoknya. Apalagi setelah selesai Batch 1, aku diberikan kesempatan untuk jadi fasilitator Android di Batch berikutnya. Walaupun skill masih cetek, ngoding aja masih nyontek. Yang penting ilmu itu ga berhenti di otakku. Apa gunanya jika tidak bermanfaat untuk orang lain?

Batch 2 pun sudah semakin dekat. Pengen banget belajar bikin app untuk iOS. Walaupun aku sudah tau kalau iOS hanya bisa jalan di macOS, tapi aku tetap ngotot dengan ThinkPad. Eits jangan salah, ThinkPad itu laptop yang hebat. Tapi app di iOS itu dibuat dengan Xcode. Dan Xcode hanya ada di macOS. Daripada install ulang, atau pakai hackintosh, lebih baik coba VirtualBox. Sukses lho, haha.. Save me $1000+++

Ok!! Xcode sudah siap. Test build aplikasi dengan simulator, lancar. RAM sudah upgrade ke 16GB, storage sudah pakai SSD. Aman.

Saatnya Batch 2 dimulai! Eh…, ternyata aku harus update Xcode karena materinya pakai Swift 3. Celakanya, Xcode tidak kompetibel, yang membuat aku sibuk berkutat dengan updatean Xcode di beberapa hari pertama di kelas itu. Untung aku dibantu sama fasilitator yang baik hatinya. Perlu di tag ga nih orangnya? Haha..

Bersyukur banget dapat pinjaman Macbook… Sehingga aku bisa menyelesaikan materi iOS di Batch 2 ini. Terima kasih banyak untuk Kumpul Coworking Space sudah pinjamkan saya Macbook-nya (sembah tiarap).

Indonesia Android Kejar (IAK)

Dan berbarengan dengan event Bekraf, aku ikut lagi event Indonesia Android Kejar. Hari-hariku dipenuhi Android. Setiap pulang kerja pasti langsung bersemangat, karena tau akan langsung lanjut ke kelas Bekraf. Waktu weekend juga semangat, karena ada kelas IAK. Bali sungguh dibanjiri rejeki. Sayang anak mudanya sedikit yang berani tampil di sini. Padahal acara ini 100% GRATIS lho, dapat konsumsi pula. Uedan tenan!. Dan di IAK ini, kelasnya di bagi 3 kategori. Kelas Beginner, Intermediate, dan Advanced. Jadi peserta yang bener-bener awam banget sama pemrograman, bisa pilih kelas yang Beginner. Salut sama penyelenggaranya, apalagi fasilitatornya! Bagaimana tidak? Ini kerja sukarela men.. Mereka itu ga dibayar! Patut diapresiasi!

Dan kabarnya, sekarang Indonesia Android Kejar ini sudah tersebar di lebih dari 10 kota di Indonesia. Wah, makin besar nih peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain (menghibur diri). Ayo daftar di indonesiaandroidkejar.id

Bersyukur, skill Android sudah mulai terukur. Di-PeDe-in aja daftar jadi fasilitator Beginner, walaupun saat itu masih jadi peserta di kelas Intermediate juga. Yang penting niat tulus untuk berbagi. Dan akhirnya, ketiga kategori kelas sudah berhasil aku tempuh. Dan di awal tahun 2018 ini aku masih tetap semangat untuk daftar lagi jadi fasilitator. Karena saat ini, cuma itu yang bisa aku berikan untuk Bali, untuk Indonesia. Semoga bermanfaat yak.

Google Scholarship

Memang rejeki ga kemana. Tumben iseng baca spam email. Eh dapat beasiswa. Udacity Scholarship katanya. Google Developers backing-nya. Ya sudah, aku daftar aja. Waktu itu quotanya terbatas untuk 500 orang peserta. Ternyata aku diterima. Beberapa bulan mengikuti materinya, akhirnya bisa ikut Associate Android Developer Exam. Jadi nambah koleksi sertifikat yang berkualitas. Cek di sini, https://www.linkedin.com/in/omrobbie/

Indonesia Android Kejar Hackathon

Waktu itu ceritanya IAK lagi adain event Hackathon untuk menciptakan solusi inovatif di bidang olahraga dan gaya hidup sehat. Pesertanya khusus dari temen-temen peserta ataupun fasilitator IAK. Kebetulan ide tim BaliDroid lolos untuk ikut IAK Hackathon dan berangkat ke Jakarta, ke kantornya Kibar di Gedung Menara. Senangnya luar biasa. Cek di sini, Youtube Video.

Ga menang sih, tapi tetap ga sabar berbagi pengalaman, agar jika ada event seperti ini lagi, diharapkan lebih banyak lagi tim dari Bali yang berangkat ke sana.

STIKOM Bali

Dan dapat kesempatan tampil di kampus, bareng temen-temen yang skillnya sudah bagus. Berbagi dengan anak-anak kuliahan. Mengenalkan Android dengan dasar pemrogramannya. Syukur-syukur tertarik, jadi tambah semangat membakar. Kalau mau lanjut, bisa langsung daftar aja ke event Indonesia Android Kejar.

Seneng sih, melihat banyak kampus yang sudah mau terbuka melihat kebutuhan industri. Bukan hanya sebatas teori, tanpa contoh implementasi.

Dicoding – Kelas Menjadi Android Developer Expert

Masih juga belum puas. Liat Dicoding buka kelas. Coba ikut ah, bayar ga masalah. Saat ini, bayar 2jt bagiku sangat besar. Tapi keinginanku untuk belajar jauh lebih besar. Dan aku coba ikuti materinya, ternyata setiap hari menemukan hal yang baru. Ternyata benar..

Pepatah tua mengatakan,

“Semakin banyak yang kamu tau, semakin kamu sadar kalau kamu belum tau apa-apa.”

Mulia Ceramics – Mulia Online Rewards

First Android job. Real job, real money. Remote dari Bali ke Jakarta untuk satu company.

Ga habis-habisnya bersyukur. Dan terima kasih untuk Dicoding, materinya terpakai dengan baik. Terima kasih juga buat teman, murid, sekaligus guruku selama masa development aplikasi ini. You ROCK men! Cek di sini, Aplikasi MORE di PlayStore.

Go-Jek Scholarship

Beruntung sekali aku.. Sepertinya Dewi Fortuna masih ada di sampingku. Karena setelah berhasil menyelesaikan kelas Menjadi Android Developer Expert, Dicoding umumkan beasiswa. Go-Jek Scholarship katanya. Magang di Jakarta. Kesempatan gila, belajar dari StartUp raksasa. Dan beruntungnya lagi, uang 2jt yang sudah dibayar kemarin, dikembalikan dalam bentuk Dicoding point. Sama aja kelas GRATIS kan? Mantap!

Tapi syaratnya, aku harus sudah tidak terikat dengan instansi apapun per tanggal 31 Desember 2017. Hmm.., ambil resiko, aku pilih untuk cabut dari perusahaan dengan status IT Manager. Gila? Ya daripada menyesal karna tidak berani memulai? Dan akhirnya, akupun resmi menjadi PENGANGGURAN 😅

Dan syaratnya lagi, aku harus bikin video tentang perkenalan diri dan mengapa harus mendapatkan beasiswa dari Go-Jek. Cek di sini, Youtube Video. Eh ternyata disuruh ulang pakai bahasa Inggris haha.. Mana bahasa Inggris-ku belepotan.. Ya ga apa.., ini bagian dari usaha, betul ga? Cek di sini, Youtube Video versi bahasa Inggris.

Di akhir tahun, persiapkan diri. Tinggal nunggu Go-Jek ini.

Dan setelah lama menunggu, sampai 2 kali Go-Jek mengundang interview. Akhirnya hari ini, tanggal 18 Januari 2018, aku resmi ditolak Go-Jek haha (sungkem). Kecewa? Pasti! Bohong kalau bilang tidak. Sudah resign tapi gagal berangkat haha.. Tapi ini juga pertanda bahwa masih banyak yang harus aku pelajari. Dan aku beruntung, masih diberikan kesempatan untuk melalui proses ini.

Selamat datang 2018!

Ya…, begitulah beberapa hal kecil yang bisa aku ceritakan.

Pepatah tua mengatakan,

“1000 langkah besar dimulai dari 1 langkah kecil.”

Jadi jangan menyerah, entah apapun yang sedang kalian geluti. Tetap yakin, tetap berusaha. Saat ini aku mungkin tersesat di Android, tapi aku sungguh tak tau kemana hidup akan membawaku setelah ini. Tapi aku akan selalu coba berikan yang terbaik, dan aku harap kamu juga ya. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memajukan ekosistem di negeri ini? AYO BERBAGI!!

Akhir kata..,

Jadi pembicaralah sekali-sekali, masa mau jadi pendengar yang baik terus..

Terima kasih UXID Bali, ScrumDay Bandung, Bekraf, Kumpul Coworking Space, 1000 StartUp, Dicoding, Indonesia Android Kejar, Kibar, Udacity, Google dan Google Developers!

Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah mengisi hari-hari indah sepanjang tahun 2017. Semoga di tahun 2018 ini, yang terbaik menyertai kita!!

Published inJourney

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2014 All rights reserved.